Institut Teknologi Telkom (ITTelkom) Surabaya kini telah resmi dibuka. Hal tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 733/KPT/I/2018 tentang izin pendirian Institut Teknologi Telkom (ITTelkom) Surabaya di Kota Surabaya Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Telkom.

Rektor ITTelkom Surabaya Dwi S. Purnomo mengatakan ITTelkom Surabaya hadir dengan kekhasannya yaitu Kurikulum dan Pengembangan Kompetensi difokuskan pada aplikasi di bidang industri maritim, logistik dan transportasi. Surabaya dipilih menjadi lokasi perguruan tinggi baru bukan tanpa sebab, hal ini dikarenakan Surabaya merupakan gerbang sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur. Kota ini juga menjadi pusat industri maritim, pusat logistik dan hub utama transportasi darat, laut dan udara di Indonesia, khususnya Indonesia Timur. Lebih dari itu, dipilihnya Surabaya sebagai lokasi kampus tidak lepas dari program pemerintah untuk melakukan pemerataan pendidikan. Hal inilah yang dilakukan oleh ITTelkom Surabaya untuk mendukung pemerataan pendidikan tinggi untuk siswa-siswi yang berasal dari Kawasan Timur Indonesia. ITTelkom Surabaya memiliki kebijakan khusus yang ditujukan untuk anak-anak yang berasal dari Papua & Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, NTT, Kalimantan, NTB, dan Sulawesi, melalui penyediaan kuota dan jalur seleksi khusus.

Beberapa penjelasan tersebut juga disampaikan oleh Rektor ITTelkom Surabaya, Dwi Sasongko Purnomo dalam beberapa kesempatan liputan dengan awak media. “Karakteristik geografis kota Surabaya kami adopsi untuk menjadi basis link & match antara bidang yang digeluti di ITTelkom Surabaya dengan kebutuhan industri dan melalui pembukaan ITTelkom Surabaya ini, kami berkomitmen untuk memberikan layanan pendidikan berkualitas pada masyarakat khususnya di Kawasan Indonesia Timur, Kami berkomitmen untuk membangun bangsa melalui pendidikan. Anak-anak di Kawasan Timur Indonesia juga memiliki hak yang sama. Untuk itu melalui beasiswa khusus ini, dialokasikan minimal 10% dari kursi yang tersedia untuk calon mahasiswa dari Kawasan Indonesia Timur tersebut,” lanjut Dwi Sasongko Purnomo yang juga merupakan Ketua Yayasan Pendidikan Telkom (YPT).

Di tahun awal pendirian ITTelkom Surabaya, terdapat tujuh program studi yang ditawarkan kepada siswa-siswi di Indonesia, yaitu Teknik Telekomunikasi, Teknik Komputer, Teknik Elektro, Teknologi Informasi, Sistem Informasi, Rekayasa Perangkat Lunak (Software Engineering), dan Teknik Industri. Melalui Program Studi tersebut, ITTelkom Surabaya berkomitmen untuk mengantarkan setiap anak didik untuk siap mengisi berbagai industri dan memenangkan tantangan persaingan masa depan dengan kompetensinya masing-masing di era revolusi industry 4.0. Selain itu, disediakan pula beasiswa prestasi bagi para pendaftar ITTelkom Surabaya sebanyak 35 orang dan juga tersedia beragam beasiswa, seperti Bidik Misi dari Pemerintah, serta beasiswa-beasiswa dari Telkom Group dan Partner kerjasama.

Dengan resmi beroperasinya ITTelkom Surabaya, maka sudah terdapat empat perguruan tinggi yang berada diawah naungan Yayasan Pendidikan Telkom (YPT), setelah sebelumnya terlebih dahulu berdiri Telkom University, Akatel Jakarta, dan ITTelkom Purwokerto. Selain perguruan tinggi, YPT juga menaungi 50 lembaga pendidikan dasar dan menengah dengan brand Telkom Schools sebagai jaminan sekolah berkualitas premium.

Sebagai penutup, Rektor IT Telkom Surabaya, Dwi Sasongko Purnomo mengajak siswa-siswi di Indonesia untuk tidak ragu bergabung dengan ITTelkom Surabaya. “Dengan pengalaman lebih dari 28 tahun mengelola pendidikan di berbagai tingkatan, maka masyarakat tidak perlu khawatir dengan kualitas di ITTelkom Surabaya, karena tentunya telah terstandar, sebagaimana lembaga pendidikan kami yang lain. Mari bergabung bersama kami di ITTelkom Surabaya.” (rpt/rizqa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *